Kamis, 25 April 2013

MANAGEMENT OF SELF

Apa itu management of self..?? penting kah hal itu kita lakukan? Apa manfaatnya untuk diri sendiri dan juga untuk orang lain? Apakah sebuah prioritas dalam kehidupan?




Berbicara hal ini sebenarnya sama saja kita menyinggung masalah kepribadian. Apakah anda setuju jika orang yang memiliki kemampuan management of self sangat rendah termasuk dalam golongan kelompok yang juga memiliki dedikasi rendah untuk diri nya sendiri dan lingkungan sekitar? tentu orang yang mempunyai dedikasi rendah dalam masyarakat bisa dikatakan menjadi seseorang  yang tak berguna dalam kelompoknya. Lalu apa itu management of self? Disini akan saya ungkap secara singkat, jelas, dan mudah-mudahan berbobot.


Management of self yang dalam bahasa indonesia sering dikenal dengan usaha memanage diri atau pengaturan diri-sendiri yaitu suatu cara atau teknik yang dilakukan untuk mengatur emosi dan pikiran menuju keseimbangan dalam bekerja. Jelas dalam kehidupan ini kita memiliki akal pikiran dan emosi atau perasaan. Kedua hal ini sangat berkaitan, maksudnya adalah saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Sehingga keseimbangan keduanya menjadi hal yang penting.
Dalam kehidupan kita sebagai makhluk individu dan sosial kemasyarakatan, dimana interaksi dengan diri-sendiri dan lingkungan menjadi hal yang sering bahkan kita lalui setiap saat. Sehingga, jelas sangat penting bagi kita untuk bisa memange atau mengatur diri sendiri atau mengatur pikiran dan emosi kita. Hal ini dikarenakan kita tidak akan pernah lepas dari kodrat sebagai umat manusia dibumi yang diberi peran sebagai individualisme dan sosialisme.

Management of self akan memberikan pengaruh yang sangat positif bagi pelakunya, dan terlebih untuk orang lain. Seseorang yang memiliki pengaturan diri yang baik akan menjadi manusia yang bijaksana, adil dan sadar terhadap diri sendiri. Tentu juga untuk menjaga hubungan dengan sang pencipta melalui eksistensi nya sebagai hamba ALLAH SWT. Di lain sisi, seseorang yang mampu mengatur pola kerja dirinya sendiri, ia akan mampu mengontrol setiap perilaku, tindak tutur sesuai dengan ketentuan dan menurut jalur nya. Maksudnya adalah pengontrolan diri untuk melakukan tindakan penyimpangan baik yang merugikan diri-sendiri atau orang lain disekitarnya.

Manfaat yang akan kita rasakan dari pengaturan diri adalah terjalinnya hubungan yang baik antara akal pikiran dan perasaan (hati) yang dimana akan menimbulkan keselarasan dan keseimbangan dalam menjalani kehidupan sebagai makhluk tertinggi tingkatannya dimuka bumi. Jelas jika akal dan hati senantiasa terkontrol dan teratur kerjanya maka seseorang tersebut akan menjadi pribadi yang unggul. Karena ia mampu bersikap dengan baik terhadap diri nya sendiri dan tentu orang lain dalam lingkungan masyarakat. Hal ini sesuai dengan tujuan dari kehidupan sosial yaitu terjalinnya hubungan yang apik didalam masyarakat, mendapat kan aktualisasi diri dalam kelompok, dan juga senantiasa mampu beradaptasi dalam berbagai jenis keadaan lingkungan baru.

Selanjutnya, pengaturan diri-sendiri menjadi sebuah prioritas atau hal yang harus dilalukan setiap orang. Seperti yang telah dijelaskan diatas, bahwa manusia memiliki dua peran dalam kehidupan dibumi yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Sehingga, dalam menjalani kedua peran tersebut, setiap orang harus menuai keberhasilan dalam hidupnya. Keberhasilan dimaksud adalah dalam menjalankan kedua peran yang hasilnya menjadi manusia yang mandiri, unggul berpotensi, dan sukses dalam sosialisasi dalam kehidupan masyarakat.
Ada beberapa langkah-langkah awal yang harus dilakukan dalam rangka pengaturan diri atau memanage diri antara lain:
-   Senantiasa mendekatkan diri kepada sang pencipta, untuk mendapatkan keterbukaan pikiran.
-   Selanjutnya adalah mengenali terlebih dahulu karakter diri,
-   Mengenali tipe kepribadian yang dominan atau yang kurang dominan.
-   Mengenali kekurangan serta kelebihan yang dimiliki dalam rangka pengembangan potensi.
Selanjutnya :
-   Melakukan refleksi diri sesering mungkin, melalui renungan diri
Apa yang telah dan sedang dilakukan, apa manfaatnya bagi diri dan orang lain,
-   Melakukan perenungan dosa, dan melakukan Pertaubatan sesering mungkin.
Berikutnya :
-   Menambah ilmu pengetahuan, membuka wawasan, membuka keterbukaan diri dan juga pikiran.
-   Menerima kritikan yang membangun,
-   Kenali gejolak emosi (senang, sedih, marah, kecewa dll)
-   Pengaturan gejolak emosi agar tetap sesuai pada kondisi tertentu.


Langkah selanjutnya yang juga penting adalah dengan mempraktek kan langsung secara bertahap dan berproses, secara perlahan namun terus menerus serta konsisten. Melalui cara-cara yang tertera diatas tersebut diharapkan kita mampu memanage diri sendiri dalam rangka mewujudkan manusia yang unggul secara kepribadian, dan juga mendapat keberhasilan bersosialisasi di dalam kelompok masyarakat luas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar