MANAGEMENT OF SELF
Apa itu management of self..?? penting kah hal itu
kita lakukan? Apa manfaatnya untuk diri sendiri dan juga untuk orang lain?
Apakah sebuah prioritas dalam kehidupan?
Berbicara hal
ini sebenarnya sama saja kita menyinggung masalah kepribadian. Apakah anda setuju
jika orang yang memiliki kemampuan management of self sangat rendah termasuk
dalam golongan kelompok yang juga memiliki dedikasi rendah untuk diri nya
sendiri dan lingkungan sekitar? tentu orang yang mempunyai dedikasi rendah
dalam masyarakat bisa dikatakan menjadi seseorang yang tak berguna dalam kelompoknya. Lalu apa
itu management of self? Disini akan saya ungkap secara singkat, jelas, dan
mudah-mudahan berbobot.
Management of
self yang dalam bahasa indonesia sering dikenal dengan usaha memanage diri atau
pengaturan diri-sendiri yaitu suatu cara atau teknik yang dilakukan untuk
mengatur emosi dan pikiran menuju keseimbangan dalam bekerja. Jelas dalam
kehidupan ini kita memiliki akal pikiran dan emosi atau perasaan. Kedua hal ini
sangat berkaitan, maksudnya adalah saling mempengaruhi satu dengan yang
lainnya. Sehingga keseimbangan keduanya menjadi hal yang penting.
Dalam kehidupan
kita sebagai makhluk individu dan sosial kemasyarakatan, dimana interaksi
dengan diri-sendiri dan lingkungan menjadi hal yang sering bahkan kita lalui
setiap saat. Sehingga, jelas sangat penting bagi kita untuk bisa memange atau
mengatur diri sendiri atau mengatur pikiran dan emosi kita. Hal ini dikarenakan
kita tidak akan pernah lepas dari kodrat sebagai umat manusia dibumi yang
diberi peran sebagai individualisme dan sosialisme.
Management of
self akan memberikan pengaruh yang sangat positif bagi pelakunya, dan terlebih
untuk orang lain. Seseorang yang memiliki pengaturan diri yang baik akan
menjadi manusia yang bijaksana, adil dan sadar terhadap diri sendiri. Tentu juga
untuk menjaga hubungan dengan sang pencipta melalui eksistensi nya sebagai
hamba ALLAH SWT. Di lain sisi, seseorang yang mampu mengatur pola kerja dirinya
sendiri, ia akan mampu mengontrol setiap perilaku, tindak tutur sesuai dengan
ketentuan dan menurut jalur nya. Maksudnya adalah pengontrolan diri untuk
melakukan tindakan penyimpangan baik yang merugikan diri-sendiri atau orang
lain disekitarnya.
Manfaat yang
akan kita rasakan dari pengaturan diri adalah terjalinnya hubungan yang baik
antara akal pikiran dan perasaan (hati) yang dimana akan menimbulkan
keselarasan dan keseimbangan dalam menjalani kehidupan sebagai makhluk
tertinggi tingkatannya dimuka bumi. Jelas jika akal dan hati senantiasa
terkontrol dan teratur kerjanya maka seseorang tersebut akan menjadi pribadi
yang unggul. Karena ia mampu bersikap dengan baik terhadap diri nya sendiri dan
tentu orang lain dalam lingkungan masyarakat. Hal ini sesuai dengan tujuan dari
kehidupan sosial yaitu terjalinnya hubungan yang apik didalam masyarakat,
mendapat kan aktualisasi diri dalam kelompok, dan juga senantiasa mampu
beradaptasi dalam berbagai jenis keadaan lingkungan baru.
Selanjutnya,
pengaturan diri-sendiri menjadi sebuah prioritas atau hal yang harus dilalukan
setiap orang. Seperti yang telah dijelaskan diatas, bahwa manusia memiliki dua
peran dalam kehidupan dibumi yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.
Sehingga, dalam menjalani kedua peran tersebut, setiap orang harus menuai
keberhasilan dalam hidupnya. Keberhasilan dimaksud adalah dalam menjalankan
kedua peran yang hasilnya menjadi manusia yang mandiri, unggul berpotensi, dan
sukses dalam sosialisasi dalam kehidupan masyarakat.
Ada beberapa
langkah-langkah awal yang harus dilakukan dalam rangka pengaturan diri atau
memanage diri antara lain:
- Senantiasa
mendekatkan diri kepada sang pencipta, untuk mendapatkan keterbukaan pikiran.
- Selanjutnya adalah
mengenali terlebih dahulu karakter diri,
- Mengenali tipe
kepribadian yang dominan atau yang kurang dominan.
- Mengenali kekurangan
serta kelebihan yang dimiliki dalam rangka pengembangan potensi.
Selanjutnya :
- Melakukan refleksi
diri sesering mungkin, melalui renungan diri
Apa yang telah
dan sedang dilakukan, apa manfaatnya bagi diri dan orang lain,
- Melakukan
perenungan dosa, dan melakukan Pertaubatan sesering mungkin.
Berikutnya :
- Menambah ilmu
pengetahuan, membuka wawasan, membuka keterbukaan diri dan juga pikiran.
- Menerima
kritikan yang membangun,
- Kenali gejolak
emosi (senang, sedih, marah, kecewa dll)
- Pengaturan
gejolak emosi agar tetap sesuai pada kondisi tertentu.
Langkah
selanjutnya yang juga penting adalah dengan mempraktek kan langsung secara
bertahap dan berproses, secara perlahan namun terus menerus serta konsisten.
Melalui cara-cara yang tertera diatas tersebut diharapkan kita mampu memanage
diri sendiri dalam rangka mewujudkan manusia yang unggul secara kepribadian,
dan juga mendapat keberhasilan bersosialisasi di dalam kelompok masyarakat
luas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar